Padi Reborn Siap Gelar Mega Konser Indera Keenam

Forwannews.com, Jakarta | Salah satu band dengan nama besar dan memiliki penggemar fanatik adalah grup band Padi. Dengan alasan tersebut manajemen MNC Group menggelar Mega Konser Padi Reborn.

“Kami justru merasa beruntung, Band Padi mau konser bersama MNC Group. Karenanya, kami pun akan menjawab kepercayaan Band Padi dengan mengemas konser semegah mungkin,” ujar Kanti Mirdiati sebagai CEO RCTI ketika menggelar Jumpa Pers di Jakarta baru-baru ini.

Kanti menambahkan Mega Konser Padi Reborn akan diselenggarakan Jumat, 1 November 2019 pukul 21.00 WIB di Studio RCTI+ MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta, yang merupakan studio terbesar di Asia Tenggara, sebagai salah satu rangkaian HUT MNC GROUP ke-30, kami persembahkan MEGA KONSER INDERA KEENAM PADI REBORN.

Konser yang akan menghadirkan grup band Padi ini akan membawa masyarakat Indonesia untuk ikut merasakan atmosfer kemeriahan HUT MNC GROUP ke-30. Semoga masyarakat yang menyaksikan secara langsung dapat terhibur, dan dapat menjadi penawar rindu dari Sobat Padi di seluruh Indonesia.” Ujar Kanti berapi-api.

Grup band asal Surabaya yang beranggotakan 5 personil ini akan tampil menghibur Sobat Padi dengan membawakan lagu dari album terbaru mereka yang bertajuk ‘Indera Keenam’.

Hal ini menjadi sebuah jawaban atas kerinduan bagi penikmat musik dan khususnya Sobat Padi yang sudah sangat menantikan album baru dari grup yang lama vakum ini. Dipandu oleh host Robby Purba, pada MEGA KONSER kali ini Padi Reborn akan membawakan lagu-lagu hits mereka dari album-album sebelumnya.

Mega Konser Padi Reborn menjadi istimewa, karena konser ini jawaban atas komitmen RCTI menjadi salah satu televisi kebanggaan masyarakat Indonesia. “Kami akan memberikan sebuah konser yang sangat megah dengan tata panggung dan pencahayaan yang luar biasa ” kata Kanti lagi.

Sementara Piyu berjanji konser Padi kali ini akan menjanjikan lagu-lagu terbaik Padi. “Pokoknya kami akan tampil all out, menyajikan konser yang berbeda dan menghibur,” ujar Piyu.

Bagi masyarakat khususnya sobat Padi yang ingin menyaksikan langsung Mega Konser Padi Reborn, dapat membeli tiketnya melalui aplikasi RCTI+ yang bisa diunduh melalui Play Store maupun Apps Store. Khusus pembelian early bird akan diberlakukan beli 2 gratis 1 pada periode pembelian tiket tanggal 11 – 20 Oktober 2019.

(Tebe/Forwannews)

Demi D Academy Asia 5 Soimah Bakal Ngedan

Soimah

Forwannews.com, Jakarta | Menjadi juri atau komentator selama bertahun-tahun, tentu membuat boring. Apalagi kalau harus membuat guyonan, agar acaranya makin meriah.

Hal itu yang dialami Soimah Pancawati, sejak menjadi komentator di ragam pencarian bakat nyanyi Indoesiar hingga kini.

“Terus terang, bosan juga bertahun-tahun kerja menjadi komentator. Tapi aku ada cara untuk ngakali biar nggak boring”, aku Soimah kepada kepada awak media di Studio Indosiar usai launching program D Academy Asia 5, Rabu (17/10).

Cara yang ditempuh seniwati asal Pati Jawa Tengah ini, Tiga Minggu di Jakarta menjadi komentator Academy Asia, satu Minggu di Yogyakarta.

“Kalau lagi break, aku langsung mulih Yogya, ketemu anak sama teman-teman. Kalau udah ketemu anak dan teman-teman biasanya dapat guyonan maron dari teman Yogya”, katanya.

Selain kumpul sama teman-teman seniman Yogya, kalau nggak dapat inspirasi buat bahan guyonan di D Academy Asia.

“Kalau nggak ya, aku ngedan (ngaco) yang penting membuat suasana meriah”, ujar Soimah.

Meski ngedan, menurut Soimah hal itu yang paling susah. “Kalau mau ngedan, biasanya aku serius mengamati suasana studio.

Karena cari bahan ngedan di studio banyak bener, kalau lagi nggak kepingin ngedan, aku nggak biasanya guyon sama komentator lain”, pungkas Soimah Pancawati.

(Tebe/Forwannews)

‘2019 Korean Ginseng Festival’ Mengedukasi Masyarakat Tentang Manfaat Ginseng

Keterangan foto dari kiri-kanan : Chang Hyun Joo (CEO Taewoong Food Co, Ltd), Dr. Boyke Dian Nugraha (Ginekolog & Seksolog), Prof. Nah, Seung-Yeol, Ph.D (Pakar Ginseng Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Konkuk, Korea), Alice Norine (Brand Ambassador of Korean Ginseng) dan Mr. Park Chang Suh (President Director PT. Multi Bestri Indonesia).

Forwannews.com, Jakarta | Masyarakat Korea dikenal memiliki kesadaran pola hidup sehat. Oleh karena itu, orang Korea memiliki angka harapan hidup lebih tinggi. Rata-rata masa hidup orang Korea bisa mencapai usia 100 tahun lebih.

“Orang Korea mereka pastikan makanan yang dimakan tidak jauh dari kata sehat. Gemar mengkonsmsi rempah-rempah, seperti yang sudah familiar di telinga ialah Ginseng Korea,” ujar President Director PT. Multi Bestri Indonesia, Mr. Park Chang Suh, di acara Seminar ‘2019 Korean Ginseng Festival’ yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Seminar yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang manfaat Ginseng ini, terselenggara atas kerjasama, PT. Multi Bestri Indonesia, dan Taewoong Food Co.Ltd, (Korea), serta didukung Korea Agro – Fisheries & Food Trade Corporation.

Menghadirkan nara sumber, antara lain; Mr. Park Chang Suh (President Director PT. Multi Bestri Indonesia), Prof. Nah, Seung-Yeol, Ph.D (Pakar Ginseng dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Konkuk, Korea, dan Ketua Perhimpunan Ginseng Korea), Chang Hyun Joo (CEO Taewoong Food Co, Ltd), Dr. Boyke Dian Nugraha (Ginekolog & Seksolog), serta artis Indonesia, Alice Norin (Brand Ambassador of Korean Ginseng).


Mr. Park Chang Suh (President Director PT. Multi Bestri Indonesia)

Korea terkenal juga dengan berbagai macam perawatan kesehatan dan kecantikan. Sebuah penelitian tahun 2016 menemukan bahwa kualitas perawatan yang ditawarkan Korea memiliki efek besar pada kepuasan sistem perawatan kesehatannya. “Hal lain juga dipengaruhi oleh budaya makan yang memang dibiasakan untuk mencintai hidangan sehat dari nenek moyang kami,” lanjut Mr. Park.

Ginseng, kata Park, banyak macamnya. Namun untuk kesehatan, Ginseng Korea dipercaya mampu menjaga daya tahan tubuh dan menambah stamina. “Ginseng Korea ini bisa bantu meringankan kelelahan dengan meningkatkan energi di dalam tubuh yang disebabkan bermacam penyakit. Imunitas dan anti kanker. Ginseng Korea, imunitas dan anti kanker. Memperkuat daya tahan tubuh penderita kanker dengan mengembangkan fungsi imun,” paparnya.

Setidaknya ada tujuh manfaat utama Ginseng Korea. Antara lain, membantu memperbaiki pembentukan darah, sirkulasi darah, dan meningkatkan fungsi paru-paru dan limfa dengan menormalisasi gangguan. Ginseng Korea juga menghilangkan racun dalam tubuh dan kulit menjadi lebih baik juga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

“Ginseng membantu memperkuat fungsi jantung dengan membuat santai pikiran dan kestabilan mental. Ginseng mampu memajukan kinerja intelektualitas dengan meningkatkan fungsi belajar dan daya ingat,” ujar Prof. Nah, Seung-Yeol, Ph.D.

Nah, Seung-Yeol, juga menjelaskan apa itu Ginseng Korea. Sejarah dan superioritas yang membuktikan khasiat dan manfaatnya bagi kesehetan.

Sementara pembicara lain, Dr. Boyke Dian Nugraha, mengkaji tentang efek positif Ginseng Korea bagi masyarakat Indonesia, yang memiliki musim panas abadi. Pakar Ginekolog dan Seksolog ini, juga membahas tentang kesalahpahaman dari efek samping Ginseng Korea pada hiper-ketegangan dan diabetes.

Alice Norin (
Brand Ambassador of Korean Ginseng
)

Sebagai Brand Ambassador of Korean Ginseng, artis sinetron Alice Norin, mengaku telah lama mengkonsumsi Ginseng Korea. Tidak hanya dirinya, melainkan juga pasangan hidupnya.

“Cara mudah hidup sehat adalah selalu berpegang teguh pada prinsip bahwa anda menyayangi tubuh anda. Karena itu jangan tunda untuk menerapkan pola hidup sehat dari sekarang. Saya tidak mau kalah dengan orang Korea, yang tampilan mereka tampak lebih muda dari usianya, dan banyak berumur panjang. Makanya secara rutin saya dan suami konsumsi produk ini,” kata Alice Norin.

Ditanya soal manfaat Ginseng terhadap hubungan keintiman, Alice Norin, mengatakan, berdasarkan data ahli statistik, hampir setengah dari pria yang usianya menginjak lebih dari 40 tahun memiliki masalah dengan potensi keintiman (seks).

“Indikator itu belum final. Variabelnya banyak. Salah satunya juga bisa akibat kelelahan dalam beraktifitas sehingga menurunkan keinginan berhubungan intim. Saya juga sesekali mengalami hal ini dengan suami. Ekstrak ginseng memberi pengalaman dan membantu mengembalikan kekuatan untuk menemukan kedalaman hubungan baru. Tapi potensi keintiman bukan segala-galanya dalam keluarga,” ujar Alice.

Membangun Kemitraan Strategis

‘2019 Korean Ginseng Festival’, juga ditandai dengan penanda tanganan kerjasama; memorandum of understanding: MoU), antara PT. Multi Bestri Indonesia dan Taewoong Food Co., Ltd (Korea). Kedua pihak sepakat membangun pertumbuhan bisnis yang sukses, melalui kontrak eksklusif sebesar 5.000.000 dolar AS per tahun, mulai tahun 2020 mendatang.

“Kami telah mendapat izin edar dari BPOM, RI untuk semua rangkaian produk Ginseng Korea yang terdistribusi ke seluruh wilayah pasar Indonesia, melalui on-line(www.multibestri.co.id), _TV Home Shopping & Off-Line Conventional Market,” terang Mr. Park Chang Suh.

PT. Multi Bestri Indonesia merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) Korea di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan dan distributor utama kosmetik dan ginseng dari Korea. Produknya didistribusikan di seluruh wilayah di Indonesia dan beberapa Negara. Institusi bisnis ini juga memiliki anak perusahaan, PT. Makmur Bersama Internasional yang bergerak dibidang perdagangan online shop dengan nama toko Korea Best Shop.

” Tidak kurang 250 tamu hadir di acara ‘2019 Korean Ginseng Festival’, ini dalam rangka peluncuran produk baru dari Korea. Mereka adalah para profesional dari berbagai latar belakang profesi, antara lain; dokter medis, distributor, reporter media, dan para personel organisasi, pejabat Pemerintah Indonesia, maupun Pemerintah Korea.

Demi Single Setialah Denganku, Ratu Meta Tunda Bulan Madu

Ratu Meta

Forwannews.com, Depok | Lazimnya penganten baru, yang biasanya mengutamakan bulan madu ketimbang bisnisnya. Tapi lain halnya dengan pedangdut Ratu Meta dan sang suami Eddy Faisal lebih memilih menyelesaikan single duet perdananya yang bertajuk Setialah Denganku karya Andi Merpati.

“Karena ini duet perdanaku dengan suami, maka aku mesti total baik penggarapan maupun promonya. Makanya kami bersepakat menunda bulan madu ” ujar Ratu Meta usai peluncuran Woow Resto dan Kedai Kawan Kita di Jln. M Yusuf Depok II Tengah, Jawa Barat.

Selain alasan persiapan peluncuran single kenapa sampai mengorbankan bulan madu, karena Ramet, tengah pengembangan usaha kulinernya yakni Wow Resto, Teras Bakaso dan Kedai Kopi Kawan Kita.

“Kebetulan suami kan memiliki bisnis kuliner, maka kami bersepakat mengembangkan bisnis kuliner ini. Nanti kalau single udah diluncurkan dan bisnsi sudah aman. Baru mikirin bulan madu dan anak,” kata sembari tersenyum sumringah.

Soal anak, Ramet menegaskan tidak menundanya. “Kapan saja sih siap, namanya dapat titipan Allah, tapi kalau boleh meminta, kalau semua urusan ini selesai. Bari fokus masalah anak deh,” pungkas Ratu Meta.

(Buyil/Forwannews)

Iva Putri Terinpirasi Akting Prilly Latuconsina dan Jessica Milla

Iva Putri

Jakarta, Forwannews | Satu lagi calon bintang film berbakat bakal menghiasin banyak layar bioskop, namanya secantik wajahnya Iva Putri, sejak kecil Iva memang menunjukan bakatnya dibidang kesenian.

Terbukti setiap mengikuti ragam kegiatan model Iva selalu terpilih sebagai yang terbaik. “Saya memang seneng nonton sinetron, khususnya waktu sinetron Ganteng-Ganteng Serigala Tayang dulu aku selalu nonton,” ujar Iva kepada awak media, saat pengenalan calon pemain film Bisikan Gaib produksi Tu7uh Rumah Produksi ini di Eiko Cafe, Arundina Cibubur, Jakarta Timur.

Berkat prestasinya dibidang model membuat Iva ditawari main film Bumi Tadulako, yang mengangkat tema, dasyatnya Gempa Palu setahun silam. Lantaran permainannya yang menawan di film Bumi Tadulako membuat Tu7uh Rumah Produksi nawari Iva untuk terlibat di film ke 3 nya yang bertajuk Bisikan Gaib yang akan mengawali produksinya Bulan Desember mendatang.

“Potensi Iva sangat besar, makanya kami berikan dia peran utama anak di film Bisikan Gaib ini,” ujar Andre Murtono produser Tu7uh Rumah Produksi yang perna menggarap dua film berjudul Batas Waktu dan Keira ini.

Sementara Dirham Salama dan Mirza Ria Diani selaku orang tua mendorong impiannya putri semata wayangnya.

“Iva sejak kecil memang menunjukan bakatnya dibidang model dan akting, makanya kalau ada sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, dia nggak pernah mau ketinggalan. Untuk itu, sebagai orang tua, saya dorong dia menekuni apa yang dia mau, makanya kami jauh-jauh datang dari Palu, ya, karena ingin mensuport keinginan dia untuk main film,” ujar Dirham
>

Iva sendiri mengatakan, kalau keinginan jadi bintang film, karena terinpirasi akting artis idolanya Prilly Latuconsina.

“Aku suka akting, ya karena lihat akting kak Prilly dan Jessica Milla. Makanya kalau Allah mengijinkan, aku kepingin sukses seperti kak Prilly dan Jessica,” kata bocah kelahiran Palu 10 Juni 2010 ini.

Agar tidak mengecewakan sutradara dan produser yang telah mempercayainya di terlibat di film Bisikan Gaib, kini ia tengah belajar akting, di 7 Acting Class dengan pelatih akting Donny Adhitya. “Aku akan memerankan Tiara Kecil, makanya oleh kak Donny aku dilatoh sosok Tiara Kecil sampai pas syuting nanti,” tutup Iva Putri

(Tebe/Forwannews)

Film Origami’ dan ‘Dupa’ Raih Juara 1 Festival Film Pendek Buddhis Piala Padma 2019

Jakarta, Forwannews | Toleranasi antar umat beragama di Indonesia sejak pemilu 2014 diraskan makin menurun, sehngga para Buddhis merasa perlu dieratkan kembali, sekaligus menyiarkan dan memperdalam ajaran Buddha. Salah satu caranya dengan penggemar Festival Film Pendek.

Adalah Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) yang menggagas Festival Film Pendek Memperebutkan piala Pamda 2019 dengan mengusung tema Moderasi Beragama : ‘Beda Itu Asyik’ sukses digelar digedung PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (10/10) malam.

Rachmat Harsono, selaku koordinator bidang pembinaan LPTGN, mengatakan gelaran Festival Film Pendek Piala Padma bertujuan untuk menyiarkan dan memperdalam ajaran Buddha terkait toleransi beragama, juga menyikapi isu konflik perpecahan bangsa yang menjadi sorotan belakangan ini. Sebab perbedaan ini jika ditangani dengan serius akan menjadi harta yang sangat berharga. Sekaligus untuk menumbuhkan bibit baru dalam dunia industri perfilman.

“Para pesertanya sangat berbakat, makanya selain memberikan apresiasi, kami juga memberikan bimbingan workshop singkat melalui dewan juri agar selepas mengikuti festival film pendek ini mereka mendapat ilmu sehingga wawasan mereka bisa meningkat dan berkualitas,” jelasnya.

Festival Pendek, Piala Padma kali ini diikuti sekitar 35 judul film pendek yang masuk terhitung sejak bulan Juni hingga Juli 2019, masing-masing 17 film pendek umum dan 18 film pendek kategori pelajar yang diseleksi oleh tiga dewan juri dari akademisi dan profesional seperti Firman Lie (Dosen Desain Komunikasi Visual),

“Kami bersepakat mengambil lima finalis untuk masing-masing kategori yang diseleksi oleh tim juri seperti Firman Lie, Robert Rony dan Titien Watimena. Mereka mulai dari akademisi, produser dan penulis,” ujar Rachmat Harsono di gedung PPHUI Jakarta, kemarin.

Keluar sebagai pemenang dari kategori pelajar adalah film berjudul ‘Origami’ yang diproduksi oleh Siege Co dari keluarga mahasiswa Buddhis Ashokavadana, President University, Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Film besutan sutradara pemula Jevon Patrick Edberth itu berhasil menyingkirkan 4 finalis lainnya seperti Rasa Kecewa Rio, Negaraku Toleransiku, Berpikir Negatif/Positif dan Regret. Pemennang juga berhak mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp 15.000,000.

(Tebe/Forwannews)

Demi Anak Widi Be3, Dirikan Perusahaan Rekaman

Widi Be3

Jakarta, Forwannews | Sebagai penyanyi senior tentu Widi Be3 memiliki segudang pengalaman saat berurusan dengan label major. Karenanya, ketika putra sulungnya Dru ingin mengikuti jejaknya. Ia dan Dwi Sasono sang suami memilih mendirikan label rekaman suara sendiri.

“Kami ingin kreativitas Dru keganggu lantaran keinginan produser rekaman besar. Makanya kami berdua lebih memilih memproduseri sendiri,” ujar Widi saat peluncuran single Namaku Dru di Salah satu cafe Jakarta Selatan. Senin (30/9).

Setelah perusahan rekaman suara berdiri, maka Widi bergegas menciptakan lagu buat buah hatinya, Dru yang ingin lagunya bisa dinikmati banyak orang. Dan diakui Widi sejak masih aktif di Ab Three, Widi sudah ingin membuat lagu.

Widi Be3

Tapi karena kesibukannya manggung, membuat mimpinya mencipta lagu terlupakan. Baru setelah berkeluarga dan memiliki anak, dan kebetulan putra pertamanya Dru memiliki bakat nyanyi. Sehingga Widi mencoba kembali mengasah kemampuannya mencipta lagu.

“Akhirnya impian saya mencipta lagu tersalurkan dengan mencipta lagu untuk Dru anaku,” ucap Widi.

Untuk menyalurkan bakat buah hatinya, Widi dan sang suami Dwi Sasono mendirikan label rekaman suara. “Sebenarnya bisa saja, Dru saya serahkan ke label major. Tapi karena saya ingin Dru memiliki kebebasan dalam berekspresi maka kami bersepakat mendirikan label sendir,” kata Widi semangat.

Sebagai penyanyi kawakan Widi tentu berpengalaman berurusan dengan label suara. Yang seringkali berbenturan dengan idealis dalam bermusik.

“Seringkali kita sebagai seniman benturan soal idealisme dengan produser rekaman. Dari pada kreativitas Dru terhambat, lebih baik kita produseri sendiri,” tandas Widi

(Buyil/Forwannews)

Jessica Veranda Ingin Lepas Zona Nyaman


Jessica Veranda

Jakarta, Forwannews | Setelah enam tahun bergabung dengan kelompok. Vokal JKT 48, Jessica Veranda ingin melepas zona nyaman yang menghantuinya selama ini.

“Aku mundur dari JKT 48, karena aku emang ingin melepas zona nyaman dan ingin cari tantangan baru,” cetus Veranda usai nobar film Inem Pelayan Seksi New bareng awak media di bioskop XXI Metropole Cikini Jakarta Pusat Senin (30/9).

Kini ia mencoba menyibukan diri di film dan aktivitas dance. Beberapa film ia mainkan salah satunya Inem Pelayan Seksi New.

“Aku lagi banyak belajar bagaimana akting, alhamdulilah aku banyak belajar dari Tante Meriam Bellina dan Om Mathia Muchus di Film Inem Pelayan Seksi New ini,” kata Veranda.

Untuk masalah dunia musik yang telah membesarkan namanya, Veranda mengaku belum kepokiran membuat single apalagi album untuk menjaga eksistensinya sebagai seniwati.

“Belum kepikiran, nggak tahu kedepan. Tapi aku lagi serius di dance dan akting.” Tuntas Jessica Veranda.

(Buyil/Forwannews)

Pesan Doris Callebaut Pada Jelita, Main Sebaik Mungkin Sebagai Inem

Jakarta, Forwannews | Mungkin baru pertama terjadi di dunia, peran yang pernah dimainkan oleh orang tuanya bisa menurun kepada anaknya. Hal itu terjadi pada Doris Callebaut yang pernah sukses memerankan sosok Inem si Pelayan Seksi.

Setelah 43 tahun, kini film fenomenal Inem Pelayan Seksi di daur ulang. Serunya di film Inem Pelayan Seksi New, si Inem dimainkan oleh putri bungsunya Jelita Callebaut.

“Beban ya, memainkan sosok Inem pelayan Seksi yang begitu fenomenal dan sangat bagus dimainkan mamah. Makanya sebelum syuting saya selalu minta masukan mamah. Dan waktu syuting mamah juga mendampingi,” ujar Jelita usai nobar bareng awak media di bioskop Metropole Cikini Jakarta Pusat Senin malam (30/9).

Jelita mengaku kaget ketika diminta untuk memeran Inem di film Inem Pelayan Seksi New.

“Semula nggak percaya, masa sih saya dikasih peran yang begitu besar. Tapi setelah mamah meyakinkan, kalau saya memang saya yang dipercaya produser. Saya baru mau percaya dan mau menerima tawaran itu,” aku bintang film Gentayangan ini.

Jelita mengatakan, kalau sang mamah tidak banyak berpesan ketika dirinya memainkan sosok Inem. “Mamah nggak banyak nuntut dan pesan, cuma minta saya main sebaik mungkin. Biar nggak malu-maluin katanya hahaha,” pungkas Jelita Callebaut.

(Buyil/Forwannews)

Film Pretty Boys Raih 500 Ribu Penonton, Desta Nggak Nyangka Karya Bisa Mendatangkan Penonton

Jakarta, Forwannews | Keseriusan dan totalitas 3 sekawan, Desta, Vincent sebagai produser sekaligus pemain dan Tompi sebagai sutradara menghasilkan karya yang tidak saja enak dinikmati, tapi juga berhasil mendatangkan 500 ribu penonton. Ya, film Pretty Boys karya ketiganya dalam waktu 11 hari sudah disaksikan 500 ribu.

“Nggak nyangka ternyata karya kita bisa mendatangkan penonton sebanyak itu. Padahal kita buat film tanpa mikirin soal ditonton banyak orang. Eh, nggak tahunya masyarakat suka,” seloroh Desta selengekan dalam acara syukuran atas Raihan 500 ribu penonton di Ecology Cafe Kemang Jakarta Selatan Senin (30/9).

Sementara Tompi selaku sutradara sejak awal sudah pasang target kalau film karya perdananya itu bakal diburu penikmat film.

“Saya kalau kerja terbiasa dengan target, jadi hasil kerja kita maksimal. Tapi soal penontonnya bisa mencapai lima ratus ribu, nggak nyangka banget dan perlu disyukuri,” kata Tompi bangga.

Vincen selain bangga juga berharap penontonnya akan terus bertambah. “Saya mah dikasih berapa aja diterima, mau lima ratus ribu, tujuh ratus ribu atau bahkan berjuta-juta oke aja,” kata Vincent cengengesan.

Meski termasuk sukses meraih penonton tapi Desta belum kepikiran membuat sekuelnya. “Belum kepikiran, dan sepertinya nggak akan buat sekuelnya. Karena kita memang nggak mau ikutan seperti yang lain,” tegas Desta.

Sejauh pengamatan penulis, film Pretty Boys hingga hari ke 12 terus diburu penonton film Indonesia. Untuk itu penontonnya angka satu juta bisa tercapai.

(Buyil/Forwannews)