by

Deddy Mizwar Dukung Pentas Virtual “Sutradara Ngekting”

-Budaya-59 views

Jakarta, Forwannews | Bermain teater ibarat menabuh gamelan. Kreasi ensambel yang pencapaian estetikanya dilakukan secara bersama-sama — bukan orang-perorang. Pencapaiannya ditempuh melalui kegiatan yang panjang dengan mengedepankan kesepahaman secara kolektif.

“Mengajarkan setiap orang harus bekerjasama. Berbagi peran. Tidak saling menonjolkan diri sendiri untuk mencapai harmoni yang dibutuhkan,” ujar H. Deddy Mizwar saat menyambangi Bengkel Teater Rendra, di Cipayung Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Seni peran (teater), kata Deddy, adalah tradisi kreatif yang memberi nilai-nilai kemanfaatan bagi kehidupan komunitasnya, dan masyarakat secara luas.

Dari peran yang berbeda-beda. Membutuhkan kedisiplinan, kerjasama, saling mengontrol, saling mengisi dengan cara berkomunikasi, berbagi peran, serta membangun kolektifitas untuk mencapai harmoni.

“Oleh karena itu, seni peran sebagai tools menjadi motivasi bagi penggiatnya, hingga memunculkan citra positif sebagai kebanggaan yang patut ditunjukkan kepada komunitas lain dalam ranah kreatif yang berbeda,” ujarnya.

Dukung “Sutradara Ngekting”
Aktor, sutradara, sekaligus produser, penerima anugerah Lifetime Achievement Awards SCTV Awards (2005) ini, menyambut baik dan mendukung pergelaran virtual Film Teater ’Sutradara Ngekting Dalam Lakon Petang di Taman.’

Sebuah pergelaran untuk pertama kali seni film dan teater dikemas dalam konsep multi media; film directing shot by shot, dengan tetap mempertahankan esensinya sebagai seni pertunjukan teater.

“Saya mendukung gagasan pentas ’Sutradara Ngekting’ ini. Kemampuan mendisain seni murni (teater) dan seni berbasis industri kreatif (film). Didukung seniman-seniman profesional dan dedikatif. Ada konsepsi yang dikembangkan. berkarya secara kolektif yang tidak semata-mata uang,” tegas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.

Segera Tayang Virtual
Pentas virtual ‘Sutradara Ngekting Dalam Lakon Petang di Taman,’ diproduksi Teater Baling-Baling, dan Sanggar Humaniora. Didukung Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Disbuddki), Zonmer Official, dan Cinequip Indonesia, yang mendukung peralatan shooting film.

Selain sarana latihan di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta Selatan, Disbuddki juga memfasilitasi gedung pertunjukan dan shooting, di gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Jakarta Pusat.

Sesuai tema dan judulnya ‘Sutradara Ngekting’, para sutradara yang tampil sebagai aktor dan aktris di pergelaran ini adalah, Taslim Idrus, Edward AN, Mohan Mehra, Joind Bayuwinanda, Maya Azeezah, Ade Bilal Perdana, Davit Fitrik, dan Eka Octaviana.

Mereka adalah para sineas, dan penggiat teater, yang secara profesional sudah banyak menyutradarai sinetron maupun pertunjukan teater. Termasuk perupa (pelukis), penulis sastra, creative writer (penulis skenario), presenter, penyiar radio, dan praktisi kesenian lainnya.

‘Sutradara Ngekting’ disutradarai Iwan Burnani Toni, salah satu pendiri Bengkel Teater Rendra. Produser Iwan Burnani, Produser Pelaksana Benq, Desain Produksi Eddie Karsito, Co. Sutradara Sukarya St Marajo, dan Asisten Sutradara Endin Sas.

Supervisi Musik & Musik Tema Sawung Jabo dan Sirkus Barock, Penata Musik Bagus Mazzasupa, Penata Artistik MasPadhik, Pimpinan Produksi Ronny Mepet, dan Sekretaris Produksi Didien Rochidien.

Sutradara Ngekting Dalam Lakon Petang di Taman’ saat ini sedang dalam tahap pasca produksi, dan segera ditayangkan melalui pergelaran virtual.

“Sutradara Ngekting formatnya tetap panggung dengan pendekatan filmis. Kami shooting dengan konsep dan standar equipment film. Untuk mendapatkan sensasi dan nilai-nilai dramatiknya, selain pengadeganan di panggung kami juga shooting outdoor,” terang Iwan Burnani, sutradara pementasan ini.*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed