FILM Habibie Ainun, Di Dedikasikan Buat Pasangan Almarhum Habibie & Hasri Ainun

Jakarta, Forwannews | Manusia boleh berencana Tuhan Jua yang menentukan. Kata bijak ini sangat pas buat disematkan pada almarhum Prof. ing. Habibie yang berkeinginan untuk bisa menyaksikan film Trilogi Habibie-Ainun sekuel 3.

Keinginan Mantan Presiden ke 3 RI itu disampaikan kepada Manoj Punjabi Produser MD Pictures saat membesuk Habibie di RS Gatot Subroto saat sakit.

“Saat besuk saya bawakan taiser film Habibie -Ainun 3, eh, emosial beliau meningkat. Sambil berkata, saya harus menonton film ini kalau saya sembuh. Melihat gelagat tersebut saya takut, karena beliau kan lagi dalam perawatan intensif dan tidak boleh berfikir berat,” ungkap Manoj, usai peluncuran poster dan Taiser film Habibie 3 yang dihadiri putra sulung Habibie Ilham Habibie dan keluarga besarnya di bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan (26/9).

Karenanya Manoj merasa kaget ketika mendengar kabar kalau Habibie akhrinya meninggal dunia.

“Kami persembahkan film Habibie Aninun 3 untuk orang yang saya cintai, Bapak Habibie. Film Habibie Ainun 3 mengangkat kisah Ibu Ainun, makanya makin lengkaplah kisah hidup dan cinta Pasangan fenomenal Pak Habibie dan ibu Ainun,” ujar Manoj bangga.

Sementara Ilham Habibie ketika diminta komentar soal Taiser film tentang kehidupan ibundanya “Story’, saya tidak bisa komentar banyak, selain salut danengucapkan terima kasih kepada MD Pictures selaku produser serta artis dan kru film. Semoga kerja keras dan kebaikan kalian dibalas Allah SWt,” tuntas Ilham sambil terisak.

(Buyil/Forwannews)

Syuting Film ‘Rumah Kentang The Beginning’, Luna Maya Rasakan Hidup dan Mati

Luna Maya

Jakarta, Forwannews | Aktris cantik Luna Maya kembali terlibat dalam film horor Rumah Kentang: The Beginning. Ada pengalaman seru yang dialami luna saat syuting film tersebut, Luna mengaku mengalami kejadian paling horor. Bahkan, ia menyebutnya pengalaman tersebut lebih menyeremkan ketimbang bertemu hantu.

Luna menuturkan, ia sempat jatuh sakit karena kelelahan dan kedinginan. “Itu pengalaman antara hidup dan mati saat syuting di Pengalengan, lebih mengerikan dari hantu itu sendiri,”ujar Luna Maya, saat dijumpai di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/9).

“Perkebunan kentang itu ada di tapak gunung yang kalau syuting horor biasanya malam. Dinginnya minus 7 hingga minus 5, super dingin. Dengan baju yang minim pula, karena saya nggak menyangka di Pengalengan bakal sedingin itu,” kata mantan kekasih Ariel ‘NOAH’ ini,

Luna Maya

Dengan suhu udara yang dingin, Luna harus melakoni adegan di mana ia hanya mengenakan pakaian biasa, bukan pakaian hangat yang digunakan di kawasan dingin.

Pemeran film Suzzana melanjutkan, dirinya tak pernah menyangka Pengalengan bisa sedingin itu. Rasa dingin itu bahkan sempat membuatnya trauma.

“Saya sampai bilang saya enggak mau nginep, selama di mobil saya enggak nyalain AC. Sampai di Jakarta, kaki saya masih beku itu pengalaman lebih horor dari ketemu setan.” jelasnya.

Dalam film garapan Rizal Mantovani ini, Luna Maya memerankan karakter Sofie. “Sofie itu seorang ibu rumah tangga, dan dia illustrator. Sofie sama Adrian (Christian Sugiono) adalah seorang penulis novel misteri,” ungkap Luna Maya.

Film Rumah Kentang The Beginning rencananya akan tayang pada November 2019 mendatang. Selain Luna Maya dan Christian Sugiono, film ini juga dibintangi oleh Jajang C Noer, Epy Kusnandar, Nicole Rossi dan lainnya.

(ibnu/Forwannews)

Film “Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya” Film Orang Batak Sesungguhnya

Film Horas Amang

Jakarta, Forwannews | Selama ini orang mengira kalau film bernuansa Batak, film Nagabonar. Tapi sebenarnya budaya Batak film karya Asrul Sani hanya fiktif belaka dan budaya Batak ya hanya nempel saja. Namun kali ini masyarakat bisa berbangga hati memiliki film bernuansa Batak sesungguhnya. Adalah rumah produksi Rama Gatra Film yang mencoba menghadirkan film budaya Batak yang kental. Horas Amang – Tiga Bulan untuk Selamanya bakal segera tayang di bioskop mulai 26 September mendatang.

Meski berlatar budaya Batak, namun film drama keluarga ini tetap bisa dinikmati oleh penonton dari etnis manapun juga.

Menurut catatan penulis Horas Amang film yang linier, segar dan menghibur dengan gambar indah, baik dari segi cerita, gambar dan makna yang terkandung didalamnya.

Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga Batak dengan seorang Amang (Ayah) dan ketiga anaknya dan penduduk Kampung Toba di pinggiran kota Jakarta.

Sang Amang (Cok Simbara) membesarkan ketiga anaknya (Novita Dewi, Tanta Ginting, Dendi Tambunan) hanya dibantu oleh adik sang Amang yaitu seorang Janda yang dipanggil Namboru (Elli Sofiani) beserta satu anaknya (Rizma Simbolon) dikarenakan istri sang Amang telah meninggal sewaktu anak-anaknya masih kecil.

Amang bekerja sangat keras agar anak-anaknya dapat bersekolah tinggi dan sukses dalam karir mereka. Namun setelah beranjak dewasa dan berhasil ketiga anak ini menjadi sombong, serakah dan hanya mementingkan diri sendiri.

Mereka lupa akan nilai-nilai keluarga yang diajarkan oleh sang ayah yang menjunjung tinggi kehormatan dan kasih sayang.

Kelakuan ketiga anak muda ini selalu menyakitkan hati sang Amang sampai suatu hari Amang memutuskan melakukan suatu tindakan yang akan merubah kehidupan anak-anaknya selamanya.

Didalam masa tiga bulan dalam hidupnya sang Amang berhasil mengubah kehidupan anak-anaknya menjadi manusia berguna yang mencintai Tuhan, menghargai orangtua, mengerti akan arti kebudayaan yang luhur dan menjadi rendah hati dengan tidak mementingkan diri sendiri namun lebih mengutamakan orang lain.

Film “Horas Amang Tiga Bulan Untuk Selamanya” mengajarkan banyak hal dalam hidup ini sehingga wajib ditonton oleh seluruh keluarga Indonesia tanpa memandang suku, agama dan budaya.

Film ini akan membuat penonton lebih mencintai keluarganya..
Bersiaplah untuk dibuat menangis terharu saat menonton film ini.

PH : Prama Gatra Film
Producer : Dr. Ir. Asye B. Saulina Siregar, M.A.
Co Producer : Jufriaman Saragih, M.A.
Executive Producer : Steve RR. Wantania
Sutradara : Irham Acho Bahtiar & Steve RR Wantania
Penulis : Ibas Aragi & Steve RR. Wantania
Talent : Cok Simbara, Tanta Ginting, Novita Dewi, Dendi Tambunan, Piet Pagau, Indra Pacique, Jack Marpaung, Vanessa Anggraeni, Elli Sofiani, Ibas Aragi, Jufriaman Saragih, Dodi Epen Cupen, Rizma Simbolon, Manda Cello. Special Appearance; Pinkan Mambo Kelupaan tulis Jack Marpaung.

(Buyil/Forwannews)

Tara Basro Bangga Jadi Duta FFI 2019

Jakarta, Forwannews | Tara Basro bangga industri film Indonesia tengah bergairah, tidak saja jumlah produksinya meningkat tapi secara kualitas mengalami kemajuan yang signifikan. Kenyataan itu yang membuat Tara Basro bangga dan langsung menerima tawaran panitia pelaksana Festival Film Indonesia (FFI)untuk menjadi Duta FFI 2019.

“Alasan saya menerima tawaran menjadi Duta FFI 2019, karena secara kualitas film Indonesia meningkat pun secara produksinya meningkat tajam,” ujar Tara ketika bincang dengan awak media di Hotel Tri Brata Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Senin (23/9)

Karenanya, bintang film Gundala ini dengan dirinya menjadi Duta ajang penghargaan insan paling bergengsi di Indonesia bisa kembali meningkatkan gaung FFI.

Tara Basro

“Tadi kan ada wartawan senior yang bilang kalau gaung FFI makin menurun, maka dengan saya jadi Duta siapa tahu bisa meningkatkan gaungnya,” kata Tara bijak.

Sementara arti penghargaan, seperti Piala Citra sesuatu yang membanggakan dan prestise tapi buat Tara bukan menjad tujuan utama ketika main film.

“Piala penting sebagai bukti kalau permainan kita pernah di apresiasi juri festival film. Tapi hal itu bukan jadi tujuan utama ketika menerima tawaran main film,” ujarnya.

Karena menurut Tara, kalau dalam setiap bermain film targetnya piala takut menjadi beban. “Saya malah takut jadi mainnya jelek, ketika terbebani sebuah piala,” pungkas Tara Basro.

Prilly Latuconsina Totalitas Demi Film Danur 3

Jakarta, Forwannews | Wajar saja kalau Prilly Latuconsina begitu mencintai cerita film Danur, karena memang jarang ada film layar lebar yang ceritanya sekuat hingga sekuel 3.

Saking cintanya sama film besutan Awi Suryadi, ia pertaruhkan nyawanya untuk keberhasilan film yang konon akan berakhir di sekuel 3.

“Saya syuting film ini sampai sakit tidak saya rasakan, saya paksakan agar syuting berjalan lancar. Tapi pada akhirnya saya tepar dan harus dirawat di rumah sakit,” ujar Prilly saat ditemui di Bioskop XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan. Selasa (24/9).


Prilly mengaku bingung sbegitu cintanya dengan cerita film produksi MD Pictures.

“Saya nggak tahu di Danur 3 Sunyaruri, saya nggak tahu makin emosional. Kalo bicara Danur proyect ini paling saya cinta, kalau bicara pasti emosional dari pra produksi sampai post produksi banyak hal berkembang,” ujar Pasangan main Aliando Syarief ini.

Dengan totalitas Prilly bersama kru dan artis lain, Prilly optimis film Danur 3 akan lebih sukses dari sekuel 1-2.

“Apalagi ada gelagat Danur 3, sekuel terakhir dari Danur. Tentunya para fans saya dan novel tidak mau Cerita Danur cuma sampai 3,” tutup Prilly yang disambut teriakan lanjutin dari ratusan penggarnua di studio 1 XXI Epicentrum Kuningan.

(Buyil/Forwannews)

60 Penyanyi dan Musisi Linta Generasi Ramaikan Konser Untuk Republik

Jakarta, Forwannews | Rasa prihatin atas atas perpecahan anak bangsa paska Pilpres dirasakan para penyanyi dan musisi lintas generasi. Karenanya, untuk menyatukan kembali persatuan anak bangsa tidak kurang 60 musisi dan penyanyi lintas generasi akan menggelar konser “Musik Untuk Republik” yang bakal digelar di Bumi Perkemahan Cibubur pada 18-20 Oktober 2019 mendatang.

Gagasan menggelar konser Musik Untuk Republik kemudian disampaikan kepada musisi yang dituakan yakni personil Godbless. Setelah mendapat respon dari Ahmad Albar, Ian Antono dan Donny Fatah maka konser yang dihelat gratis ini siap di laksanakan.

“Kami para penyanyi dan musisi merasa ada keresahan karena polarisasi setelah pesta demokrasi kemarin. Keresahan sekarang udah merambah ke mana-mana, udah bawa etnis, ras dan agama. Berangkat dari kenyataan tersebut, kami merasa perlu menyatukan kembali. Kalau bukan musisi siapa lagi yang memberi contoh,” kata ketua pelaksana konser “Musik untuk Republik” Rayden Sujono dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Sementara Lilo “Kla” mengatakan bahwa konser tersebut tanpa sponsor dan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Semoga ini bisa bergulir di seluruh provinsi Indonesia, tidak gampang memang bikin ini tapi kita juga berterima kasih kepada orang-orang yang sudah menyumbang ide dan materi,” kata Lilo.

Alasan kenapa panitia tidak mencari sponsor, karena takut ada modus.
“Kenapa tidak ada sponsor? Karena untuk yang pertama ini kami tidak ingin dibilang ditunggangi,” tuturnya.

Konser itu akan menghadirkan lebih dari 70 musisi dari lintas genre di antaranya Godbless, Edane, Cokelat, Kikan Namara, Glenn Fredly, Iwa K, Inul Darastita, Iis Dahlia, NTRL, Jamrud, Slank, The Fly, /rif, Voodoo, Tony Q Rastafara, Java Jive, Kotak, Pas Band, Superglad, Sandhy Sondoro, Siksakubur, Mulan Jameela, Saint Loco dan lainnya.

“Kita bikin satu panggung besar saja, panggungnya hanya akan ada di situ. 60 performance hanya akan tampil di situ saja. Kami akan silih berganti dan pengaturannya kami akan mengatur flow-nya sedemikian rupa,” kata Ezra Simanjuntak selaku production director.

Tidak hanya pertunjukan musik, konser tersebut juga akan menghadirkan lokakarya serta area berkemah gratis selama acara berlangsung.

(Buyil/Forwannews)

Film Kucumbu Tubuh Indahku Terpilih Wakili Indonesia pada The Academy Awards ke 92

Jakarta, Forwannews | Akhirnya Film Kucumbu Tubuh Indahku besutan sutradara senior Garin Nugroho terpilih mewakili Indonesia di ajang Academy Awards ke 92 atau Piala Oscar 2020. Film tersebut mewakili Indonesia di kategori International Feature Film atau dulu lebih dikenal sebagai Best Foreign Language Film.

“Kami tim komite seleksi sepakat memilih Film Kucumbu Tubuh Indahku, karena film garapan Garin paling komplit secara kualitas,” ujar Christine Hakim ketua Indonesian Academy Awards Selection Comitee 2019 saat jumpa pers di Jakarta Selasa (17/9)

Setelah memilih film untuk di kirim pada ajang Academy Awards, tim seleksi menyerahkan kelanjutannya kepada pihak produser, sutradara serta Pusbang Film selaku pemangku kebijakan pembinaan perfilman Indonesia.


Christine Hakim

Karena menurut Christine Hakim untuk mengirim film di ajang Academy Awwards membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Soal biaya, kami tengah menghitungnya secara cermat dan hati-hati. Karena kami menyadari dana yang akan diterima dari pemerintah lumayan minim. Makanya penghitungannya butuh kehati-hatian,” ujar H. Firman Bintang Ketua Persatuan Produser Film Indonesia.

Pusat Pengembangan Perfilman Indonesia mencoba selalu mendukung pengiriman film Indonesia ke Ajang Piala Oscar, “Pusbang film selalu mendukung pengiriman film Indonesia ke Piala Oscar, tapi maaf kami belum bisa mengungkapkan berapa besar dana yang kami berikan kepada tim yang berangkat ke Piala Oscar ” ujar Dewi Puspa Kasub Kasub Bidang Tenaga Perfilman.

Sementara penghargaan insan film dunia, Piala Oscar 2020 sendiri akan digelar di Dolby Theatre Hollywood Los Angeles, 9 Februari 2020. Dengan keputusan ini, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ akan bersaing dengan ‘Parasite‘ dari Korea Selatan dan ‘Weathering with You‘ dari Jepang untuk menjadi nominasi kategori tersebut.

Christine Hakim menjelaskan bahwa adegan percintaan dalam film Kucumbu Tubuh Indahmu digambarkan tidak seperti biasa sebagaimana orang bercinta yang vulgar.

“Tapi Garin justru menggambarkan dengan idiom-idiom dalam budaya kita itu ada penari Lengger. Sekaligus ini perkenalkan kayanya budaya kita. Jadi ini yang kita lihat lengkap di samping pesannya yang kuat bicara tentang kemunafikan,” tandas Christine Hakim.

Tim Seleksi Christine Hakim (ketua) Lala Timothy (sekretaris), H. Firman Bintang, Benny Setiawan, Lola Amaria, Roy Kolang, Mathias Muchus, Reza Radian, Adisoerya Abdi dan Benny Benke.

(Buyil/Forwannews)

Bunga Citra Lestari Tertantang Jadi Produser Musik

Bunga Citra Lestari

Jakarta, Forwannews | Setelah menjadi juri Indonesian Idol beberapa kali, Bunga Citra Lestari makin salut dengan kualitas peserta yang teru meningkat dan menantang adrinalinnya untuk memproduseri para pemenang atau finalis sesuai karakter vokalnya.

“Untuk sementara saya sih inginnya memproduseri penyanyi muda berbakat dari ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol ini. Tapi untuk detailnya butuh persiapan yang matang ” cetus Penyanyi yang akrab disapa BCL ini usai press Conference jelang penayangan Indonesian Idol season 10 di MNC Tower Kebon Jeruk Jakarta Barat Senin (16/9).

Karenanya pada gelaran Indonesian Idol season 10, ia akan lebih serius mengamati talenta-talenta baru yang datang dari seluruh penjuru Indonesia.

“Jauh sepangamatan saya selama mengaudisi peserta Indonesian Idol ke 10,kualitas peserta keren-keren dan sangat berkualitas makanya saya kepikiran untuk terjun jadi produser musik,” ujar bintang film Habibie-Ainun 1-2 ini.

Meski punya impian menjadi produser, bukan berarti BCL akan meninggalkan dunia keartisan dan total bekerja di balik layar. Pelantun lagu ‘Cinta Sejati’ ini hanya ingin memberikan ruang bagi lebih banyak anak muda Indonesia yang mau berkarier di dunia hiburan.

“Saya rasa, saya bisa menyalurkan dan mempertemukan dia dengan musisi yang bisa diajak bekerja sama, yang akhirnya bisa menjadikan dia lebih besar lagi. Gitu aja sih,” paparnya.

Untuk memproduseri penyanyi, apa sih kriteria yang diwajibkan oleh BCL?

“Saya sih cari yang unik tentunya. Karena unik itu kan sebuah ciri khas, kalau sudah punya itu, dia akan gampang dikenali. Di dengar di mana pun kita sudah tahu, dia siapa,” pungkas Bunga Citra Lestari.

(Buyil/Forwannews)

Novita Dewi Luncurkan Single Batak Rasa Latin

Jakarta, Forwannews | Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tarik suara X Factor, Novita Dewi mencoba menerobos industri musik yang tengah lesu darah dengan menggelontorkan single terbaru bernuansa latin.

“Sebenarnya saya menyukai berbabagi genre musik, kalau kemudian saya mecoba serius ke rock dan kali ini latin. Segala jenis musik perlu dicoba, sembari tes pasar ” ujar Novita Dewi saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (16/9)
.

Rencananya, single berjudul Hanya Kamu/Holan Hi terbaru yang dirilis wanita kelahiran Jakarta, 15 November 1978 itu akan dijadikan original soundtrack sebuah film berjudul Horas Amang yang akan tayang dalam waktu dekat ini.

Mendapat kesempatan bernyanyi dengan menyelipkan bahasa batak dalam lagu terbarunya ini membuat Novita bangga lantaran bahasa asli asal dirinya berasal dipakai dalam sebuah lagu untuk sebuah soundtrack film.

“Yang pasti senang akhirnya bisa kembali ke industri musik yang melahirkan aku sebagai penyanyi. Dan merupakan kesempatan yang besar dipercaya membawakan sebuah lagu yang ada lirik bahasa bataknya.

Dimana dalam lagu berjudul Hanya Kamu yang dalam bahasa batak itu Holan Ho dan rencananya lagu ini akan dipakai untuk sebuah film yang berkisah tetang budaya orang batak berjudul Horas Amang.

Buat aku ini sebagai promosi juga bahasa batak kepada masyarakat luas. Dimana dengan genre dance latin inspirasinya dari lagu Despasito aku fikir akan membuat lagu ini relate sama filmnya nanti,” ungkap Novita Dewi.

Ditambahkan Runner Up ajang pencarian bakat X Factor tahun 2013 itu, selain akan dibuat dengan lirik Indonesia, lagu terbarunya ini akan juga dibuatkan lirik dalam bahasa batak dan bahasa Inggris.

“Untuk lagunya sendiri aku berharap bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Terlebih dengan lirik dan musiknya yang nge-bit dan enak untuk goyang aku yakin akan membuat lagunya booming, karena lagunya juga bisa memotivasi orang untuk semangat dalam menyelesaikan sesuatu,” pungkas Novita Dewi

(Buyil/Forwannews)

’Kiprah Lengger’ dan ’Jaran Bodhag’ Diakui sebagai Kesenian Asli Kota Probolinggo

Jakarta, Forwannews | Pemerintah Kota Probolinggo mengisbatkan kesenian ’Jaran Bodhag’ dengan dan tarian ’Kiprah Lengger’, sebagai seni budaya asli khas Kota Probolinggo. Khusus ’Jaran Bodhag’ kesenian ini telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 153992B/MPK.A/DU/2014, pada tanggal 17 Oktober 2014.

”’Jaran Bodhag’ kesenian khas Kota Probolinggo sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2014 lalu,” kata Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Probolinggo, Drs. Paini M, dalam sambutannya di acara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (15/09).

Menggantikan Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd, MM, MHP, yang berhalangan hadir, Paini menyampaikan, pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal. “Alhamdulillah, pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, telah mengakui kesenian ’Jaran Bodhag’ dan ’Sapi Brujul’ sebagai aset kebudayaan Nasional khas dari Kota Probolinggo,” ujarnya.

Di pergeleran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur tahun ini, duta seni Kota Probolinggo menampilkan tarian ’Kiprah Lengger’ (tarian penyambutan), serta drama tari yang merepresentasikan konten serupa, namun dikemas sacara dramatik, mengangkat judul, ’Nini Baremi’. Lewat kemasan musiknya, rombongan duta seni Kota Probolinggo ini juga menyisipkan instrumen musik Rebana (Hadrah) yang juga diakui sebagai potensi kesenian Kota Probolinggo.

Walau jenis musik ini tidak original seni khas Probolinggo, namun kata Paini, cukup diminati masyarakat. Musik Rebana memang berkembang di banyak daerah dan banyak jenis. Kemudian menjadi ciri khas dari kultur budaya daerah tertentu, ada Rebana Banjar, Rebana Biang, Jidor, Kompang, Marawis, Samroh, Hadroh dan lainnya.

Di pergeleran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur tahun 2018 lalu, duta seni Kota Probolinggo menampilkan kesenian ’Jarab Bodhag’. Sama halnya tari ’Kiprah Lengger’, kesenian ’Jaran Bodhag’, juga sudah membudaya di masyarakat Probolinggo sejak awal kemerdekaan. Kesenian rakyat ini sering ditanggap warga untuk memeriahkan pesta sunatan atau hajatan perkawinan. ’Jaran Bodhag’ merupakan representasi kesenian ‘Jaran Kecak.’ Penyajian Jaran Bodhag, berupa arak-arakan, diiringi musik tradisional gamelan.

Pemerintah Kota Probolinggo, lanjut Paini, senantiasa mendorong masyarakat Probolinggo, untuk terus menggiatkan berbagai potensi seni dan budaya daerahnya. “Pemerintah memberi kesempatan dan peluang kepada penggiat seni untuk mengembangkan kesenian. Mari kita bangun nuansa seni budaya khas Probolinggo. Kesenian ini diyakini sebagai perekat persaudaraan, pemersatu bangsa dalam lingkar kebhinekaan,” ujarnya.

Turut menyaksikan pergelaran ini, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM, pejabat daerah terkait, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir juga Ketua Paguyuban Yuangga, Bambang, serta pengurus Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur.

Selain menggelar berbagai potensi kesenian daerah, Pemerintah Kota Probolinggo juga menggelar bazar yang menjual sejumlah produk unggulan kerajinan dan kuliner dari Kota Probolinggo. Acara ini melibatkan para pengusaha yang tergabung di UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kota Probolinggo.

Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, Budi Kris (Ide Cerita), Peny Priyono (Penulis Cerita), Peny Priyono (Sutradara), Suyono (Penata Musik), Qori Novita Tanami (Penata Tari), Yaumul Wahyu (Penata Artistik), Robin Hendrajaya (Penata Panggung), Sri Rahayu (Penata Kostum dan Penata Rias), serta puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.

Duta seni daerah dari Kota Probolinggo ini, dibawah pembinaan langsung Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd, MM, MHP, selaku Pelindung. Bertindak sebagai Penasehat, Ir. H. Moch. Soufis Subri (Wakil Walikota), Penanggung Jawab, Tutang Heru Aribowo, M.Si (Kepala Disbudpar), dan sebagai Pimpinan Produksi, Sardi, SH (Kabid Kebudayaan).

Para Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Anjungan Jawa Timur selanjutnya akan menyelenggarakan Festival Jaranan Jawa Timur (22/09/2019), serta pagelaran duta seni dari Kabupaten Bangkalan (29/09/2019).

Di bulan berikutnya, Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur juga sudah menyiapkan berbagai paket acara kesenian daerah. Paket kesenian tersebut akan diisi oleh duta seni dari Kabupaten Blitar (06/10/2019), Kabupaten Gresik (13/10/2019), dan dari Kabupaten Ponorogo (20/10/2019).

Di akhir bulan, (27/10/2019), selanjutnya akan digelar Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Provinsi Jawa Timur. Acara ini akan diisi dengan berbagai penampilan kesenian, dan hiburan, dan berbasis kearifan lokal.

(Edkar/Forwannews)