Aplikasi Advertising MeMiles Makin diminati Para Selebritas dan Pejabat

Desainer Adjie Notonegoro mendapatkan reward Motor Kawasaki dari Aplikasi advertising MeMiles

Jakarta, Forwannews | Bukti kesuksesan aplikasi advertising MeMiles dalam membuktikan kesejahteraan masyarakat setelah menjadi member mulai dirasakan manfaat pada gelaran Semarak MeMiles Nusantara memberikan reward 30 mobil dan 500 motor ragam merk motor membuat beberapa selebritas mulai tertarik pada aplikasi advertising MeMiles. Diantaranya musisi senior Reynold Panggabean, Aji Notonegoro dan Bupati, Walikota dan pejabat salah satu kementerian RI.

“Puji Tuhan, MeMiles sudah di apresiasi beberapa bupati, Walikota di seluruh Indonesia dan pejabat Kementerian. Ujar F. Suhanda Freedom Motivator MeMiles, tanpa mau mengungkapkan siapa saja walikota dan Bupati yang hadir saat acara MeMiles Semarak Nusantara di Balai Samudra, Kelapa Gading Jakarta Utara Jumat (13/9).


F. Suhanda Freedom Motivator MeMiles

Suhanda menambahkan kalau pada acara Semarak MeMiles Nusantara, pihaknya membagikan reward kepada membernya. “Hari ini MeMiles membagikan reward 30 mobil, 500 motor dan Handphone.” Ujar Suhanda.

Sementara desainer kondang Adjie Notonegoro mengaku bahagia, ternyata mimpinya untuk memiliki 2 motor gede bisa terwujud berkat MeMiles.

“Alhamdulilah mimpi memiliki 2 motor terwujud, saya pikir masa sih hanya top beberapa juta reward motor bisa keluar. Eh, ternyata tidak hanya keluar tapi dua motor sekaligus ,” ujar Aji Notonegoro usai menerima motor CBR dan Kawasaki.


Musisi Reynold Panggabean

Kehadiran Musisi Reynold Panggabean, pada acara Semarak MeMiloes Nusantara, masih tahap melihat kebenaran apa yang dikatakan sahabatnya yang mengajaknya untuk ikut aplikasi advertising MeMiles. “Lihat-lihat dulu, tapi dengan bukti ribuan orang hadir disini dan MeMiles benar memberika. Reward 30 mobil dan 500 motor dan ratusan hp. Saya jadi mencoba untuk mendapatkan reward mobil mewah,” ujar pentolan band Tarantula dan The Mercy ini. (Tebe)

(Buyil/Forwannews)

The Voice Indonesia : Pekan Ini Panggungnya Para Kontestan Multi Talenta

Jakarta, Forwannews | Memasuki pekan ke-3 babak Blind Audition, Panggung The Voice Indonesia kembali menghadirkan para talenta berbakat dari seluruh penjuru Indonesia. Tadi malam (13/9) para kontestan datang dengan berbagai latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda. Coach Armand, Coach Vidi Nino, Coach Titi DJ dan tentunya our new Coach – Isyana, sudah siap untuk memilih dan melatih kontestan yang mempunyai mimpi untuk menjadi penyanyi profesional.

Suara Rock yang khas dipadu dengan kolaborasi music dangdut dari salah satu kontestan asal Tanggerang, Aura Shofia membuka kemeriahan panggung The Voice Indonesia malam ini. Membawakan lagu dari Dewa 19 berjudul “Sedang Ingin Bercinta”, Aura sukses menggoyang panggung dengan penampilannya yang memukau hingga Coach Vidi Nino dan Coah Armand memutar kursinya.

Sebelum menentukan pilihannya untuk bergabung dengan #TeamVidiNino atau #TeamArmand, Aura kembali menghebohkan seisi studio dengan mengajak para Coach berdendang dangdut membawakan lagu “Kocok Kocok” dari Inul Daratista. “Suaranya bisa banyak Genre (Dangdut, Pop, Rock)” puji Coach Vidi Nino. Namun pilihan Aura jatuh kepada Coach Armand dan Resmi bergabung dengan #Team Armand.

Kontestan berikutnya yang tak kalah heboh dan menggemparkan panggung The Voice Indonesia datang dari Kota Medan, Vionita Sihombing yang membawakan lagu “Prahara Cinta” dari Hedi Yunus. Vionita yang memiliki suara unik dan khas berhasil membuat tiga Choaces memutar kursinya, Coach Isyana, Coach Vidi Nino dan Choach Armand.

Menurut Coach Armand, Vionita memiliki suara yang unik “suara orang medan yang ga kaya orang medan” tuturnya yang ditimpali oleh Coach Vidi Nino “Suaranya beda dari yang lain” ujar mereka.

Vionita menetapkan pilihannya untuk bergabung dengan #TeamIsyana.
Saat berbincang dengan para Coach, Vionita mengaku bahwa dia mencoba peruntungan di The Voice Indonesia ini tanpa sepengetahuan dan izin dari mamahnya, sontak penuturan Vionita mengejutkan para Coach.

Hal ini membuat tim The Voice Indonesia spontan menghubungi via telepon mamah dari Vionita agar Vionita dapat meminta izin dan restu dari mamahnya. Saat dihubungi mamah dari Vionita mengatakan cukup bangga dengan Vionita dan berharap ia dapat menjadi kebanggan keluarga. Coach Isyana pun ikut berkomentar “mengasah support system agar lebih matang lagi” tutupnya.

Seakan tidak ada habisnya para Coaches dibuat terperangah, Kontestan selanjutnya yang tampil diatas panggung The Voice Indonesia kembali mengecoh para Coaches, Herald Claren pria asal Madiun ini berhasil membawakan lagu “Lost Boy” dari Ruth B dengan suaranya yang unik mirip dengan vocal seorang wanita. Suaranya yang khas membuat para Coaches terkejut, karena mereka mengira Herald adalah seorang wanita.

Dua Coaches yang memutar untuk Herald adalah Coach Armand dan Coach Titi, mereka berdua mati-matian bersaing untuk memperebutkan Herald agar bergabung dengan teamnya. Coach Armand yang hampir terkecoh mengutarakan “akhirnya gue ngga kecele. Penguasaan emosinya bagus, Umur 16 #TeamArmand banget, juara The Voice Indonesia season lalu dari #TeamArmand dan berusia 17 Tahun” rayu Coach Armand, Coach Titi pun tak ingin kalah dan ikut memberikan komentarnya “Nyanyinya sabar dan kontrolnya bagus, lagu yang dibawakannya jadi indah” ujarnya.

Penuh pertimbangan, Herald pun memutuskan untuk bergabung dengan #TeamTiti lalu mengajak Coach Titi untuk naik keatas panggung dan bergoyang bersama. Saat Herald memilih Coach Titi, Coach Armand maju ke stage dengan membawa-bawa piala juara tahun lalu “Kamu ngga mau ini???!!” kelakarnya.

Selain didominasi oleh peserta yang memiliki suara khas, ada juga peserta lain yang membawa cerita di atas panggung The Voice Indonesia, seperti salah satunya Dimas Tabah, walapun pekerjaannya sebagai tukang nasi uduk, tapi dimas percaya diri untuk mengikuti ajang TheVoice Indonesia walaupun akhirnya ia tidak lolos.

Jangan lewatkan #THEVOICE4INDONESIA episode Blind Auditions selanjutnya setiap hari Kamis dan Jumat pukul 20.00 wib hanya di GTV.

RESULTS EPISODE 6:

  • Coach Armand mendapatkan 2 kontestan di TeamArmand: AURA (TANGERANG) & LILI (MEDAN)
  • Coach Titi mendapatkan 3 kontestan di TeamTiti: HERALD (MADIUN), NICKHOLAS (PEMATANG SIANTAR) & DAVID (PEKANBARU)
  • Coach Vidi Nino mendapatkan 2 kontestan di TeamVidiNino: ACA (JAKARTA) & SAMUEL (DEPOK)
  • Coach Isyana mendapatkan 2 kontestan di TeamIsyana: VIONITA (MEDAN) & HANA (SOLO)

(Buyil/Forwannews)

‘Ayo Turu’ Penanda Satu Dekade Zaskia Gotik Berkarier di Blantika Musik Dangdut

Zaskia Gotik

Jakarta, Forwannews | Ditengah era teknologi yang begitu canggih dan persaingan di industri musik dangdut sangat ketat. Apalagi stasiun televisi Indosiar dan MNCTV secara masih menggelar ajang pencarian bakat penyanyi dangdut Gress.

Meski begitu nama Zaskia Gotik tetap eksis dan belum tergantikan di puncak populer. Kini perjalanan karier Eneng, begitu panggilan ‘sayangnya’ sudah sudah mencapai satu dekade.

“Bersyukur banget sama Allah, perjalanan karier saya sudah mencapai satu dekade. Bener-bener nggak nyangka sepanjang ini ” cetus Zaskia Gotik saat peluncuran single terbarunya yang bertajuk Ayo Turu di Kantor Langit Masuk di Kuningan Jakarta Selatan (12/9)
.

Sebagai penanda perjalanan kariernya di blantika musik dangdut Rahayu Kertawiguna selaku produser Nagaswara Musik memberikan kado single baru Ayo Turu dan diluncurkan lewat program reguler Langit Musik Live Streaming “Let’s Talk About Music”.

“Surprise banget ya, bisa dilaunching di Langit Musik Streaming. Mudah-mudahan lagu Ayo Turu bisa lebih sukses dari Satu Jam Saja dan Bang Jono,” ujar pemilik Goyang Itik ini.

Eneng kali ini mempersembahkan single berbeda dari single-single sebelumnya, namun tetap berkonsep musik Dancedhut dengan nada yang upbeat dengan lirik berisi ajakan “Ayo Turu” (Ayo Tidur). “Ayo turu turu turu ruru ruru….Ayo turu turu turu ruru ruru… “ itulah sedikit penggalan lagu “Ayo Turu“ ciptaan Koko Julian, yang diaransemen musiknya oleh Donall Kinan Sammy.

Lagu “Ayo Turu” sebuah lagu yang menceritakan kehidupan pekerja kantoran yang sangat padat, dengan segudang aktifitas dan cerita di dalamnya yang rumit dan memusingkan. Ketika pulang kantor seharusnya ia istirahat, tetapi masih dipusingkan dengan berbagai hal yang begitu kompleks, sehingga memudahkan tubuhnya cepat lelah dan sakit.

Maka, supaya tubuh tidak semakin lelah dan pusing lebih baik istirahatkan tubuhmu dengan tidur, supaya ketika bangun tubuhmu menjadi segar,dan bisa melanjutkan aktifitasnya kembali.

Konsep musiknyapun disesuaikan dengan cerita lagunya, dengan nada yang upbeat dan tetap bergenre Dancedhut, dipadukan dengan vokal suara Zaskia yang khas, maka lagu ini dijamin bakal banyak yang menyukainya, terutama para penikmat musik yang selalu menanti kehadiran lagu-lagu baru dari Zaskia.

Memang, pedangdut cantik yang biasa disapa Neng ini, memiliki talenta yang kuat untuk menjadi seorang penyanyi terkenal. Gadis kelahiran Bekasi, 24 April 1990 melejit sukses lewat single perdananya berjudul “1 Jam” ciptaan R Kerta/Sirwendah (2011).

Pedangdut cantik Zaskia Gotik terus melaju, menoreh berbagai prestasi lewat penghargaan-penghargaan bergensi diantaranya; Inbox Awards SCTV, tahun 2014 sebagai Penyanyi Wanita Paling Inbox.

Tak lantas membuat wanita cantik ini puas. Ia terus berbenah diri mengembangkan talenta yang dimilikinya. Satu buah album yang berisi 10 lagu dengan tajuk “Zaskia Gotik” berhasil ia miliki. Dan Album ini sukses dipasaran.

Salah satu lagu dengan judul “Bang Jono” yang masuk di album “Zaskia Gotik” merupakan ciptaan Yogi RPH. Waktu itu setelah dirilis, berhasil selama tujuh minggu berturut-turut menduduki chart radio dangdut Tanah Air.

Lagu dan nama Zaskia semakin populer lagi. Nama Zaskia Gotik masuk menjadi deretan artis penyanyi solois dangdut yang terkenal. Zaskiapun merasakan kebanjiran order off air maupun on air. Pintu sukses pun terbuka lebar.

Semoga persembahan lagu terbarunya kini “Ayo Turu” semakin mengukuhkan nama Zaskia Gotik di deretan papan atas penyanyi Dancedhut Indonesia,bahkan sampai ke Mancanegara.

(Buyil/Forwannews)

Film Lorong, Perjuangan Pilu Ibu Untuk Mendapatkan Buah Hatinya Yang Mau Jadi Tumbal

Jakarta, Forwannews | Multivision sebagai salah perusaaan film raksasa di Tanah Air terus berusaha mengembalikan kejayaannya seperti era taum 80 hingga awal 2000 an. Film-film berkualitas dengan berbiaya besar serta menghadirkan sutradara dan artis papan atas yang lagi ini disodorkan.

Seperti film 3 Srikandi, Sang Pencerah, Soekarno dll tapi tidak mampu menyedot jutaan penonton film. Namun ketika Raam Punjabi selaku nakoda rumah produksi MVP, menghadirkan film genre horor seperti Trilogi Kuntilanak. Jutaan penonton mulai melirik film produksi Multivision.

Menyusul film Kuntilanak 1-2, Multivision kembali menghadirkan film setan-setanan. Kali ini Multivision menyodorkan film Lorong.

Eksekutif produser film Lorong Amrit Punjabi mengatakan, film Lorong berbeda dengan film horor Indonesia yang pernah ada sebelumnya.

“Sebagai produser film, tentu kami terus berinovasi mencari cara supaya film ini bisa menarik perhatian penonton. Karenanya ketika memprpduksi film Lorong kami mesti menyugukam sesuatu yang berbeda, untuk itu, bagaimana caranya kita gabungkan thriller dengan horror,” ujar Amrit Punjabi usai nobar film Lorong di XXI Epiwalk, Jakarta Selatan, Senin (9/9) malam.

Tak hanya jalan cerita yang berbeda, film “Lorong” juga dipercayakan kepada Hestu Saputra, sutradara yang belum pernah menggarap film horor.

Hestu mengatakan, ia menerima tawaran film genre horor karena ia suka tantangan dan ingin berinovasi dalam berkarya. Ia ingin menyampaikan pesan dengan cara berbeda. Kebetulan, Amrit Punjabi menawarkan sekenario film “Lorong”. Maka selaku sutradara, Hestu mencoba meramu film “Lorong” agar juga bisa mengaduk emosi dan sisi psikologis penonton.

“Saya mau membuat film horor tapi berbeda,. Makanya ketika menggarap film ini saya pendekatannya psikologis,” kata Hestu.

Meski begitu Hestu berusaha meramu film “Lorong” yang ia sutradarai agar masuk akal. Caranya, mengurangi jalan cerita yang tidak logis.

“Saya meminimilasir cerita yang tidak masuk akal. Setelah sekenario selesai saya paparkan ke semua pemain. Bagaimana perspektif mereka kita kupas scene by scene, dialog per dialog, apakah makes sense apa nggak. Ini membuat masyarakat jadi tertarik atau tidak,” papar Hestu.

Prisia Nasution yang dipercaya sebagai tokoh Mayang mengatakan, stigma film horor perlu diubah agar penonton tidak hanya fokus pada seramnya hantu tetapi bagusnya jalan cerita.

“Di mata sebagian orang citra memang kurang bagus. Karenanya sebagai pelaku industri film saya berkewajiban meningkatkan citra film horor. Untuk itu saya sebagai pemain ikut memberikan masukan, agar film ini tidak sama dengan film horor pada umumnya ” kata Prisia Nasution. Selain Prisia Nasution, film yang bakal beredar 12 September ini didukung sederetan aktor yang mumpuni, Wingky Wiryawan. Teuku Rifnu Wikana, Nova Eliza dll.

Lorong memulai kisah tentang seorang perempuan hamil yang sedang terbaring lemah di ruang operasi. Terbangun pascamelahirkan, Mayang (Prisia Nasution) mendapatkan kabar yang tidak ia harapkan. Reza (Winky Wiryawan) sang suami, mengatakan bahwa bayi mereka telah meninggal dunia.

Namun, naluri Mayang sebagai seorang ibu tidak berkata demikian. Ia meyakini bahwa bayi yang diberi nama Reno itu masih hidup. Dalam keadaan lemah, Mayang tetap mencari bayi ke seluruh sudut rumah sakit, hingga ia menemukan satu lorong rahasia yang ditutup rapat.

Sayang, usaha Mayang menemui jalan buntu setelah dr. Vera (Nova Eliza) yang membantunya melahirkan, berhasil memberikan bukti berupa dokumen kematian bayinya, lengkap dengan beberapa foto kejadian. Di tengah rasa putus asa, Mayang yang memilih tidak menyerah akhirnya mulai dianggap gila oleh sebagian orang di rumah sakit.

Kisah dalam film Lorong, diakui Hestu adalah bukti liar memainkan imajinasi. Ada aksi yang membuat dada penonton berdebar, namun ada juga aksi yang menyeramkan atau jump scare bersama sang hantu. Pemeran utama, Prisia Nasution sebagai seorang ibu yang sedang mencari bayi dengan perut berdarah dan tangan penuh luka, juga jauh lebih mendebarkan. Prisia berhasil mengajak penonton merasakan rasa sakit, bahkan ngilu dengan mimik wajah yang sangat ekspresif.

Secara keseluruhan, film ini menampilkan cerita yang membuat pikiran penonton ikut bertanya-tanya jalan cerita selanjutnya. Dikemas dengan suasana mencekam, film konspirasi ini nampaknya menarik untuk diikuti. Terlebih bagi mereka yang menyukai sebuah cerita penuh teka-teki dan plot tidak terduga.

(Buyil/Forwannews)

Wingky Wiryawan Tinggalkan Film Demi Musik

Jakarta, Forwannews | Ternyata menjalani dua karier agar bisa jalan bareng tidak semudah dalam kata. Setidaknya hal itu dialami Wingky Wiryawan, semula ia ingin bisa menjalani ragam kariernya yakni Disc Jockey, Musisi dan bintang film bisa beriringan.

“Tapi ternyata nggak mudah, makanya saya sempat off dari dunia akting. Karena saya lagi konsen ke musik dan DJ,” ujar Wingky ketika ditemui di kawasan Kuningan Jakarta Selatan belum lama ini.

Wajah ganteng Wingky memang setahun menghilang dari dunia film, hal itu membuat para penggemarnya bertanya-tanya.

“Hidup ini ‘kan pilihan, makanya ketika saya merasa harus memilih salah satu karier yang lagi butuh konsentrasi besar di musik. Maka, salah satu karier harus aku tinggalin.” Kata bintang film sembari menebar senyum.

Setelah setahun meninggalkan gebyarnya lampu kamera, akhirnya Wingky comeback dengan dunia akting. Itupun lantaran yang nawari main film produser kawakan Raam Punjabi. Selain itu sebelum menanda tangani kontrak ia mengajukan syarat lawan mainnya harus Prisia Nasution.

“Saya kan lama off, tentu banyak kekakuan dalam berakting. Agar nyaman balam bermain saya mesti mendapat lawan main yang lebih jago. Kebetulan saya sejak lama mengagumi akting Pia (Prisia Nasution) makanya saya katakan pada pak Raam, saya mau main di film Lorong asal lawan mainnya Pia,” ujar Wingky.

Permintaan Wingky dikabulkan produser Multivision Plus. “Nggak salah kan teman-teman media, saya memilih Pia sebagai Mayang? Kalau saya main bagus di film ini, karena saya kebawa mainnya dia,” tutup Wingky Wiryawan.

(Buyil/Forwannews)

Yuk Nonton Kesenian ’Dongkrek’ Dari Kabupaten Madiun

Jakarta, Forwannews | Khasanah seni dan budaya bangsa Indonesia kaya. Salah satunya adalah kesenian ’Dongkrek.’ Kesenian daerah asli dari Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kesenian ini berupa tarian dengan iringan musik yang ceria dan jenaka. Di setiap pementasan ’Dongkrek’, ada tiga karakter topeng yang digunakan para penari; topeng raksasa (buto), topeng perempuan, serta topeng orang tua.

Mengapa disebut ’Dongkrek’? Konon nama ini diambil dari unsur bunyi musik pengiringnya; ’Dung’ (suara Kendang atau Beduk), serta ’Krek’; alat musik terbuat dari kayu yang jika digesek atau digerakkan berbunyi ’krek’. Dari dua sumber bunyi itulah muncul nama kesenian ’Dongkrek’.

Namun dalam perkembangan berikutnya muncul komponen alat musik lainnya sebagai pengiring. Diantaranya alat musik Gong, Kenung, Kentongan, Kendang, serta alat musik lainnya.

Keunikan kesenian inilah yang kemudian dihadirkan Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, dalam acara Anugerah Duta Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (08/09/2019).

Pementasan ’Dongkrek’ tidak dihadirkan di panggung utama. Melainkan tampil di awal; pra-acara, dalam bentuk pertunjukan teater arena yang digelar di depan pintu masuk Anjungan Jawa Timur. Pementasan kesenian ’Dongkrek’ ini sekaligus dijadikan acara menyambut tamu yang datang.

“Mari kita apresiasi kesenian ini. Ini kesenian asli Kabupaten Madiun, dari desa Mejayan, Caruban,” kata Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos, mengawali sambutannya di acara yang diselenggarakan Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini.

Sesuai visi kepemimpinannya, Dawami juga menyampaikan, pentingnya mewujudkan Kabupaten Madiun yang mandiri, sejahtera dan berakhlak. Terwujudnya tatanan masyarakat religius, berbudaya berbasis pada kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya. “Oleh karena itu, melalui kegiatan ini saya berharap, masyarakat Kabupaten Madiun ekonominya maju seperti di Jakarta, akhlaknya terjaga seperti di desa,” ungkapnya.

Pada acara tersebut, Bupati muda multi talenta inipun tampil menyanyi, melantunkan beberapa lagu karya Iwan Fals, dengan iringan musik ’Dongkrek’. Selain kesenian ’Dongkrek,’ duta seni Kabupaten Madiun juga menampilkan karya kesenian lain, yaitu tari ’Palang Yudho’ dan drama tari ’Sirno Kolo Bumi Mejoyo’.

Dawami juga mendukung potensi seni bela diri yang banyak tumbuh di Kabupaten Madiun. Dalam kesempatan tersebut beliau juga memboyong 14 pendekar untuk tampil mewakili berbagai perkumpulan seni bela diri yang ada di Kabupaten Madiun.

“Mengingatkan Kabupaten Madiun pusatnya pencak silat. Mereka ini potensi yang luar biasa. Harus dikembangkan dan terus digali. Kita kenalkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pencak Silat Indonesia. Harapannya pencak silat semakin dikenal dan memberi banyak manfaat,” ujar Dawami.

Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, Dimas Jalu Prakoso, S.Pd (Ide Cerita dan Penulis Cerita), Dimas Jalu Prakoso, S.Pd (Sutradara), Fajar Sri Sabdono (Penata Musik), Pipin Dwi Pangesti, S.Pd (Penata Tari), Ibnu Malik (Artistik/Penata Panggung), Resty Rianingtyas, S.Pd (Penata Kostum dan Penata Rias), serta puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.

Selain menggelar berbagai potensi kesenian daerah, Pemerintah Kabupaten Madiun juga membawa serta para penggiat usaha yang tergabung di UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Para pengusaha kirya ini memamerkan dan menjual sejumlah produk unggulan kerajinan dan kuliner dari Kabupaten Madiun.

Ikut menyaksikan pergelaran ini, Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, MM, dan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM.

Hadir juga Kepala Bakorwil Madiun Dr. Gatot Gunarso, serta para Anggota Dewan Kabupaten Madiun, Camat, Kepada Desa, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir Ketua Paguyuban Warga Madiun, Jenderal TNI Purnawirawan Joko Suyanto, serta pengurus Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur.

Duta seni daerah dari Kabupaten Ngawi ini, dibawah pembinaan langsung Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos, selaku Pelindung. Bertindak sebagai Penasehat, Ir. Tontro Pahlawanto (Sekretaris Daerah), Penanggung Jawab, Yudi Hartono, S.Sos (Kepala Disparpora), dan sebagai Pimpinan Produksi, Ibnu Su’ud Edi, SH.

Para Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Anjungan Jawa Timur selanjutnya akan menampilkan duta seni daerah dari Kota Probolinggo (15/09/2019), Festival Jaranan Jawa Timur (22/09/2019), serta duta seni dari Kabupaten Bangkalan (29/09/2019).

(Edkar/Forwannews)

Prisia Nasution Dipilih Terakhir Sebagai Pemeran Utama Film Lorong

Jakarta, Forwannews | Biasanya peran utama menjadi perhatian khusus sutradara dan produser film. Tapi lain halnya ketika pemilihan film Lorong besutan Hestu Saputra. Baik Raam Punjabi selaku produser dan Hestu selaku sutradara justru memilih pemain pembantu utamanya seperti Nova Eliza, Wingky Irawan, Teuku Rifnu Wikana.

“Waktu aku tanya ke pak Raam, selaku produser beliau bilang belum dapat pemain utamanya. Karena masih mencari pemain pendukungnya. Waduh, sempat bingung juga. Jangan-jangan saya kebagian peran pendukung.” Kata Prisia Nasution saat Jumpa Pers usai nobar film Lorong di Bioskop XXI Epicentrum Kuningan Senin (9/9).

Setelah melalui seleksi yang lumayan ketat dan panjang akhirnya Pia, begitu panggilan akrab bintang film Sang Penari ini dipercaya memainkan sosok Mayang, tokoh utama film yang bakal beredar 12 September 2019 ini.

“Surprise sih, apalagi main bareng Wingky Irawan, Nova Eliza dan Teuku Rifnu Wikana. Yang kualitas aktingnya mumpuni. Jadi mencaru camistrinya gampang” ujar artis yang pernah diganjar Piala Citra Festival Film Indonesia 2011 lewat film Sang Penari ini.

Diakui Pia, mendapat peran seorang ibu yang anaknya dinyatakan meninggal, tapi sebagai seorang ibu memiliki keyakinan kalau buah hatinya masih hidup.

“Lumayan melelahkan, tapi karena temen-temen main bagus. Jadi saya kebawa bagus,” tutup Prisia Nasution merendah.

(Buyil/Forwannews)

Livi Zheng Sutradarai The Santri

Jakarta, Forwannews | Meski dianggap sebelah mata oleh sutradara senior, tidak membuat nama Livi Zheng tenggelam tapi ia justru dipercaya pengurus besar Nahdlatul Ulama untum menggarap film The Santri.

“Puji syukur pada Tuhan ya dipercaya oleh salah satu ormas terbesar di Indonesia PB NU untuk menggarap film The Santri. Karena kepercayaan besar, makanya saya langsung mau,” ujar Livi Zheng saat peluncuran Trailler Fim The Santri di kantor PB NU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat Senin (9/9)

Livi mengaku nyaman selama syuting pembuatan trailer di salah satu pesantren. ” Santri NU sangat bersahabat, sehingga selama syuting nggak menghadapi kendala sama sekali,” ujar sutradara Bali: Beatz Paradise ini.

Setelah trailer di ACC PB NU, rencananya film The Santri akan memulai syuting bulan Oktober hingga November. “Insya Allah film The Santri akan tayang di mancanegara dulu pada bulan April 2020 dan baru beredar di Indonesia,” ungkap Livi Zheng.

Livi berjanji akan menggarap The Santri sepenuh hati dan totalitas. “Ini pertaruhan nama saya, ini pembuktian saya kalau daua memang pantas menggarap film The Santri,” pungkas Living Zheng.

(Buyil/Forwannews)

Ria Ricis Menulis Buku Saya Pamit 3 Bulan

Jakarta, Forwannews | Ria Ricis makin produktif menulis buku, kali ini ia tengah menulis Saya Pamit. Saking produktifnya ia menulis buku yang tengah dicetak ini dalam waktu 3 bulan.

“Saya menulis buku dalam waktu 3 bukan, bisa cepat. Mungkin saya lagi mood aja, jadi lancar jaya. Tapi kalau lagi nggak mood, bisa lebih lama,” ujar Ria Ricis ketika ditemui usai nobar film terbarunya Hayya di bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan Minggu (7/9)

Takut spoiler, Ricis belum mengungkap isi bukunya. “Nanti ya bang, karena masih proses cetak. Takutnya Spoiler aja,” elak Adik kandung artis Oli Setiana Dewi ini.

Sementara di film terbarunya Hayya ia kebagian Ricis sebagai baby sitter dan menyegarkan film dengan dialek Malaysia yang kental. “Kakak saya Oki, kaget banget, katanya kok saya fasih banget dialek Malaysia,” kata Ricis ramai.

Karena ceritanya tentang kemanusiaaan, anak Palestina bernama Hayya yang mengikuti relawan pulang ke Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan. “Film ini bicara tentang kemanusiaan, saya yakin masyarakat akan ramai-ramai nonton film yang bakal beredar 19 September,” pungkas Ria Ricis.

(Buyil/Forwannews)

Film HAYYA The Power of Love 2, Lebih Menghibur

Jakarta, Forwannews | Seringkali antara harapan dan kenyataan tidak sebanding lurus, hal itu dialami saat pembuatan film The Power Of Love pertama yang Raihan penontonnya tidak sejumlah masa 212 setiap kali menggelar unjuk rasa di Jakarta yang konon jumlahnya mencapai 7 juta orang.

Kini dengan misi kemanusiaan yang lebih kental, meski rasa Palestina tetap kuat. Film Hayya The Power Of Love sekuel 2, diharapkan lebih cair dan diterima masyarakat.

“Kemanusiaan itu tak mengenal batas negara atau agama.
Ia tumbuh dari keajaiban nuranimu tanpa sekat, tanpa musim,” ujar Oki Setiana Dewi, produser Warna Pictures dalam kata sambutannya.

Dalam pusaran konflik perang, anak-anak yang paling terdampak secara psikologis dan sosial. Tak sedikit pihak yang menaruh simpati kepada mereka. Namun, banyak juga yang acuh terhadap kelangsungan hidupnya.

Lewat film The Power Of Love 2: masyarakat diajak untuk peduli terhadap nasib anak-anak korban perang di Palestina. Layaknya anak-anak di Indonesia dan belahan bumi lainnya, anak-anak Palestina pun butuh untuk menikmati hidup di dunianya sendiri.

Hayya The Power of Love 2 merupakan film drama keluarga Produksi Warna Pictures, yang mengambil latar Indonesia dan Palestina. Film ini merupakan sekuel dari 212 The Power of Love yang telah sukses tahun sebelumnya.

“Bangsa Palestina merupakan bangsa pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Kami berharap semua manusia peduli terhadap manusia lainnya. Kita ini harus lepas dari bully, ketakutan. Film ini mengangkat masalah kemanusiaan. Kita ingin mendorong film positif untuk alternatif tontonan di bioskop,” kata Ustaz Erick selaku produser eksekutif saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Minggu, 8 September 2019.

Lewat film Hayyai, Oki Setiana Dewi ingin memberitahu bahwa banyak pesan cinta yang dapat dibagikan kepada masyarakat tentang kondisi yang terjadi di Palestina.

“Saya berharap film pertama yang syutingnya di Palestina, mudah-mudahan teman-teman terpatri dengan Palestina. Film ini menyebarkan kesadaran mengenai Palestina,” harap Oki.

Film yang dibintangi aktor dan aktris antara lain Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, Meyda Sefira, Ria Ricis, Humaidi Abas, Hamas Syahid, Asma Nadia, dan pendatang baru cilik dengan talenta luar biasa: Amna Hasanah Shahab sebagai Hayya. Bercerita tentang Rahmat(32th) seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, memutuskan menjadi relawan kemanusiaan. Kegiatan itu membawanya bukan hanya pada kegiatan kerelawanan keliling Indonesia, melainkan bersama sahabatnya, Adin (30) sampai ke wilayah Palestina.

Di sana ia bertemu Hayya(5th) gadis yatim piatu korban konflik di Palestina. Hubungan Hayya dan Rahmat menjadi sangat dekat, hingga suatu hari Rahmat harus kembali ke Indonesia karena hendak menikah dengan Yasna(27th). Hayya yang tidak ingin kehilangan Rahmat melakukan aksi nekad di luar dugaan. Hubungan Rahmat, Hayya dan Yasna tiba-tiba berubah menjadi kompleks, lucu dan menegangkan.

Film ini menghadirkan para aktor dan aktris antara lain Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, Meyda Sefira, Ria Ricis, Humaidi Abas, Hamas Syahid, Asma Nadia, dan pendatang baru cilik dengan talenta luar biasa: Amna Hasanah Shahab sebagai Hayya. Tidak seperti biasanya, kali ini youtuber Ria Ricis bermain film drama serius, dan menjadi lawan main gemilang bagi aktor/aktris lainnya. Hayya merupakan tonggak keaktoran Ricis dalam film.

Hayya The Power of Love 2 mulai tayang serentak di Bioskop Indonesia mulai 19 September 2019.