by

Komunitas “Kasih” dan Sanggar Humaniora Bagi Bingkisan untuk Anak Yatim

-Ragam-282 views

Jakarta, Forwannews.com | Adakah harapan bagi orang-orang yang mengalami kesengsaraan? Bagaimana penderitaan para janda dan yatim piatu dapat diringankan?

Inilah yang menjadi perhatian para artis dan relawan yang tergabung di Komunitas Amal Sedekah Ikhlas Hati (KASIH) dan Sanggar Humaniora.

“Memperhatikan kebutuhan jasmani dan rohani para janda dan yatim piatu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ibadah kepada Allah,” ujar Pendiri KASIH, Ageng Kiwi, kepada wartawan, di acara Ramadhan Peduli ‘Mengetuk Pintu Langit – Berbagi Kasih Yatim & Dhua’fa,’ di Sanggar Humaniora, Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi, Jum’at (15/05/2020).

Kasih persaudaraan, kata Ageng, merupakan ciri yang menonjol di komunitas KASIH dan Sanggar Humaniora. “Kami selalu antusias dengan berbagai cara terus berupaya dapat membantu secara rohani maupun materi buat adik-adik yatim, piatu dan dhua’fa,” papar Ageng.

Karena sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pendemi virus Covid 19, tidak semua penerima bingkisan dihadirkan di acara Ramadhan Peduli ini. “Pembagian bingkisan dilakukan secara simbolik, keterwakilan. Artis-artis anggota KASIH juga tidak boleh semua datang, walau sebenarnya mereka ingin sekali hadir,” terang Ageng.

Selain Ageng Kiwi, hadir di acara ini, Pendiri Sanggar Humaniora, Eddie Karsito. Hadir juga beberapa artis yang mewakili anggota KASIH, antara lain, Pebrio A. Ryan, dan Hari Adikusuma, SE, serta keterwakilan dari manajemen artis.

Kepada wartawan Pendiri Sanggar Humaniora, Eddie Karsito menyampaikan, situasi pandemic covid 19 berdampak buruk pada banyak orang yang karena berbagai keadaan tak terduga dan sulit diantisipasi. Kondisi tersebut, menurutnya semakin menambah keibaan hati dalam diri banyak orang.

“Orang-orang menjadi semakin berminat saling menolong satu sama lain. Namun dalam beberapa kasus, tidak semua orang dapat melakukannya mengingat mereka juga harus fokus pada kesejahteraan anggota keluarganya sendiri,” ujarnya.

Relawan Tidak Menerima Upah

Komunitas KASIH dan Sanggar Humaniora, kata Eddie, akan terus berkomitmen menolong orang, baik dalam situasi sulit maupun lapang. Namun bantuan yang disediakan memang masih terbatas dari partisipasi anggota, dan sumbangan para donatu

“Gerakan sosial kami tidak ada campur tangan Negara. Semua relawan kami tidak menerima upah, serta tidak boleh menikmati sumbangan dalam bentuk apapun. Tidak ada yang boleh mengambil keuntungan dari penyelenggaraan ini. Sehingga tidak ada beban operasional yang perlu ditanggung. Sumbangan dibagikan habis hanya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan sesuai amanah,” terang Eddie.

Lebih dari 200 bingkisan dan uang tunai dibagikan untuk anak yatim, piatu, dan dhua’fa, yang dibagi di tiga zona, yaitu di Desa Jeruk Legi Cilacap, perumahan Graha Mutiara, Bekasi Timur, Sanggar Humaniora, Perumahan Kranggan Permai, dan di Gadog Ciawi Bogor.

“Terima kasih Allah, yang karena amanah dan kuasa-Mu, kami masih diberi kekuatan bisa berbagi. Dalam situasi sempit — ketika orang-orang yang karena kesulitannya tidak dapat saling membantu,” ujar penyanyi Pebrio A. Ryan, yang saat ini sedang merilis single lagunya berjudul, ’Mengetuk Pintu Langit’.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed